Strategi pembentukan kerjasama business to business ini bukan merupakan hal yang baru di WWF. Inisiasi serupa telah dilakukan sebelumnya untuk industri kayu dengan dibentuknya Global Forest and Trade Network. Sejak dibentuk Oktober 2009 silam hingga saat ini, Seafood Savers dengan konsisten melalui rangkaian proses yang dinamis menetapkan dan menjalankan tujuan-tujuan pembentukannya sebagai berikut:

  • Memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang melaksanakan praktik-praktik perikanan bertanggung jawab.
  • Mendampingi perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi MSC dan atau ASC melalui kegiatan perbaikan perikanan tangkap dan budidaya.
  • Memfasilitasi pengadaan produk seafood yang bertanggung jawa melalui hubungan bisnis yang terjalin antara produsen, ritel dan institusi keuangan yang menjadi anggota Seafood Savers.
  • Mendorongkan kebijakan nasional yang mendukung industri perikanan yang berkelanjutan.
  • Mengedukasi konsumen mengenai pentingnya memilih dengan bijak produk-produk seafood yang bertanggung jawab.

Dokumen Terkait

doc-icon Profil Seafood Savers

Solusi Bisnis Untuk Perikanan Berkelanjutan

doc-icon Mengenal Seafood Savers

Mengenal Seafood Savers

Artikel Terkait


Ekolabel

Seafood Savers mengacu pada prinsip-prinsip dan standar dari dua ekolabel utama dalam menjalankan aktivitas-aktivitas perbaikan perikanan, yaitu Marine Stewardship Council (MSC) untuk perikanan tangkap dan Aquaculture Stewardship Council (ASC) untuk perikanan budidaya. MSC dan ASC adalah jenis sertifikasi pihak ketiga yang diinisiasi oleh WWF dan para mitranya yang bertujuan menetapkan standar keberlanjutan maksimum dalam praktik-praktik perikanan. Melalui Seafood Savers, WWF-Indonesia berupaya mendorongkan perbaikan perikanan nasional melalui penerapan standar-standar dan prinsip yang ditetapkan oleh MSC dan ASC. WWF-Indonesia meyakini standar-standar tersebut sebagai elemen-elemen yang dibutuhkan Indonesia untuk mewujudkan bisnis dan kegiatan perikanan yang berkelanjutan, yaitu kegiatan perikanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat namun tetap menjaga kelestarian populasi di alam demi kebutuhan di masa yang akan datang.

Aquaculture Stewardship Council (ASC) adalah organisasi independen non-profit yang mempuyai misi untuk merubah praktek perikanan budidaya menjadi praktek yang lebih berkelanjutan dan bertanggung-jawab. ASC resmi berdiri pada tahun 2009 atas inisasi WWF dan the Dutch Sustainable Trade Initiative (IDH). Standar praktek perikanan budidaya yang digunakan oleh ASC berasal dari proses Aquaculture Dialogue yang dikoordinir oleh WWF, dimana proses tersebut melibatkan banyak pihak; akademisi, pemerintah, LSM, praktisi, dan industri, dari seluruh dunia. Saat ini ASC telah mempunyai 8 standar untuk komoditas perikanan budidaya yang berbeda, dimana secara umum muatan standar – standar tersebut adalah tentang aspek ketaatan terhadap peraturan (legal compliance), aspek pengelolaan lingkungan, aspek teknis pengoperasian aktifitas perikanan budidaya, dan aspek sosial.

The Marine Stewardship Council (MSC) adalah organisasi independen non-profit yang menetapkan standar dan kriteria dari perikanan yang berkelanjutan, terutama di dalam perikanan tangkap liar. Praktik perikanan yang dinilai dan dianggap telah memenuhi standar berhak untuk menggunakan ecolabel MSC biru. MSC telah mengembangkan standar untuk penangkapan ikan yang berkelanjutan dan makanan laut yang bisa ditelusuri. Kedua standar tersebut memenuhi pedoman praktek terbaik paling ketat di dunia dan membantu untuk mengubah pasar global makanan laut. MSC didirikan pada tahun 1997 oleh WWF dan Unilever, serta menjadi independen sepenuhnya pada tahun 1999. MSC menetapkan dan menjaga standar lingkungan untuk penangkapan ikan yang berkelanjutan dan metode untuk bagaimana menjamin praktik perikanan tersebut. MSC tidak menilai perikanan atau menerbitkan sertifikat, karena hal tersebut telah dilakukan oleh sertifikasi pihak ketiga yang terakreditasi dan tim penilaian mereka.

Artikel Terkait