Berita & Publikasi

Solusi Digital bagi Konsumen untuk Turut Memperbaiki Praktik Perikanan

Oleh: Anindita Sekar Jati(Seafood Savers Communication Assistant) -  


Pertumbuhan populasi di dunia menuntut stok pangan untuk ikut berkembang. Sebagai usaha pemenuhan peningkatan permintaan akan stok pangan serta kepentingan ekonomis, tidak jarang ditemukan penerapan praktik-praktik perikanan, yang tidak bertanggung jawab, sehingga berujung pada ek sploitasi sumber daya. Indonesia, sebagai salah satu negara pemasuk produk laut terbesar di dunia, akan terkena imbasnya.

Di berbagai wilayah perairan Indonesia, menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2013, mengalami penurunan potensi perikanan. Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 yang mencakup Selat Malaka dan Laut Andaman menunjukkan penurunan produksi perikanan tangkap di laut yaitu dari 509.171 ton (2012) menjadi 475.489 ton (2013). Sementara di WPP 572 Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan Selat Sunda juga telah terjadi penurunan produksi perikanan tangkap di laut yaitu dari 576.632 ton (2012) menjadi 575,091 ton (2013).

©Anindita Sekar Jati/WWF-Indonesia
©Anindita Sekar Jati/WWF-Indonesia

Perbaikan praktik perikanan tidak sepenuhnya bergantung pada nelayan, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dengan industry ini. Penurunan stok sumber daya ikan dan rusaknya habitat alami adalah dampak langsung dari praktik perikanan yang tidak berkelanjutan. Secara tidak langsung, dampak tersebut terjadi akibat permintaan atas produk laut yang juga semakin meningkat.

Semakin banyak jumlah permintaan, semakin meningkat penawaran, sebaliknya semakin sedikit jumlah permintaan, semakin sedikit pula penawaran.

Kalimat di atas merupakan potongan dari dasar teori asas permintaan dan penawaran, yang memperkuat prinsip bahwa praktik perikanan yang tidak bertanggung jawab dapat diberantas apabila permintaan akan produk laut yang ditangkap dengan cara yang merugikan berkurang. Konsumen memegang kendali untuk melestarikan stok sumber daya ikan dan melindungi habitat laut, dengan memilih produk laut yang ditangkap atau dibudidayakan dengan cara yang berkelanjutan.

Seafood Advisor: Aplikasi Panduan untuk Memilih Produk Laut

Bertepatan dengan peringatan Hari Nelayan Nasional yang jatuh pada tanggal 6 April, WWF-Indonesia meluncurkan Panduan Seafood atau Seafood Guide, yang ditujukan bagi konsumen. Panduan Seafood ini dikemas dalam bentuk aplikasi berbasis sistem operasi Android, dan juga dapat diunduh di situs WWF-Indonesia dalam format PDF. Dengan diluncurkannya aplikasi Panduan Seafood ini, konsumen dapat mengenal dan dengan bijak memilih produk laut yang dikonsumsi. Pengemasan panduan dalam berbentuk aplikasi ini merupakan sebuah terobosan yang strategis, mengingat terdapat kurang lebih 55 juta pengguna telepon pintar di Indonesia.

Acara yang dilaksanakan di Ocha & Bella Resto, Hotel Morrisey ini menghadiri Ir. Artati Widiarti M.A Direktur Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Perikanan Indonesia, Ir. R. Nilanto Perbowo, M.Sc Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Sudarman Ketua Yayasan Mattirotasi Sulawesi Selatan, Wawan Ridwan Direktur Program Coral Triangle WWF-Indonesia, dan Guru besar Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB, Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS.

“Kami mendukung penuh program yang dilakukan WWF, apalagi dengan diluncurkannya aplikasi ini. Karena program-program WWF mendukung tiga pilar KKP yang saling terintegrasi yaitu kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kemakmuran (prosperity),” ujar Ibu Artati pada segmen diskusi dalam acara peluncuran tersebut. Selain membicarakan secara komprehensif relasi antara konsumen dan praktik perikanan, topik terkait cara mengidentifikasi bagaimana produk laut ditangkap juga dibahas, seperti perbedaan ciri-ciri ikan yang ditangkap dengan sianida dan ikan yang ditangkap dengan pancing ulur.

©Anindita Sekar Jati/WWF-Indonesia
©Anindita Sekar Jati/WWF-Indonesia

Fish n’ Blues, salah satu anggota dari inisiatif WWF untuk perikanan yang bertanggung jawab, Seafood Savers, juga terlibat dalam acara peluncuran tersebut. Pada segmen demo masak oleh Chef Giulano Berta dari Ocha & Bella Resto, bahan-bahan yang digunakan langsung disediakan oleh Fish n’ Blues, yang didapat dari praktik perikanan yang ramah lingkungan.

Aplikasi Panduan Seafood diharapkan dapat memberikan konsumen akses kepada informasi terkait produk laut yang dikonsumsinya dengan mudah, dimanapun dan kapanpun. Dengan diperkenalkannya konsumen dengan produk laut yang lebih baik bagi kesehatan serta lingkungan, dampak negatif yang ditimbulkan oleh permintaan atas produk laut yang ditangkap dengan cara yang tidak bersahabat dapat ditekan, dan memberikan harapan bagi keberlanjutan sumber daya ikan dan ekosistem laut.

Berita Terakhir